Masalah Lingkungan Hidup Dan Penanggulan nya


ipa.guruindonesia.id---Sejak zaman dahulu, manusia dapat bertahan hidup karena lingkungan hidup yang ada di sekitar-nya. Karena itulah lingkungan penting bagi ma-nusia. Walaupun demikian, apabila manusia terlalu memaksakan diri memberdayakan ling-kungan tanpa merawatnya, lingkungan tersebut akan rusak. Tidak berhenti di sana, sebab ternyata ke-rusakan lingkungan akan berdampak buruk bagi kehidupan manusia.
Pengertian dan Unsur-unsur Lingkungan Hidup
Sebelum belajar tentang berbagai masalah lingkungan, ikuti penjelasan tentang pengertian dan unsur-unsur lingkungan hidup berikut ini!
 Lingkungan hidup adalah suatu daerah dengan segala sesuatu di dalamnya, yang saling berinte-raksi satu sama lain.
Menurut UU RI No. 4 Tahun 1982, lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, makhluk hidup termasuk manusia dan perilakunya yang memengaruhi kelang-sungan hidup manusia serta makhluk hidup lainnya.
Lingkungan hidup dapat dibedakan menjadi dua, yaitu lingkungan hidup alamiah dan lingkung-an hidup binaan.
Lingkungan hidup alamiah merupakan kesatu-an ruang dengan semua benda, daya, keadaan, makhluk hidup, dan komponen-komponen bio-tik maupun abiotik lain, tanpa adanya dominasi manusia.
Interaksi yang terjadi dalam lingkungan alamiah membentuk sistem ekologi yang dise-but ekosistem. Contoh lingkungan hidup alamiah adalah hutan primer yang belum tersentuh manusia.
Lingkungan hidup binaan adalah lingkungan hidup alamiah yang telah didominasi kehadir-an manusia, termasuk teknologi, ilmu penge-tahuan, ideologi, kependudukan, dan sebagainya.
Contoh lingkungan hidup binaan adalah sebuah kota atau hutan primer yang telah me-ngalami suksesi karena adanya kegiatan manu-sia (penebangan, perladangan, dan lain-lain).
B. Unsur-unsur lingkungan hidup
Unsur-unsur yang membentuk lingkungan hidup dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu: unsur abiotik, unsur biotik, dan unsur budaya.
a. Unsur abiotik (fisik)
Unsur abiotik atau fisik, yaitu unsur lingkung-an berupa benda-benda mati pendukung lingkung-an, meliputi: matahari, air, udara, dan tanah. Unsur abiotik sering disebut sebagai unsur nonhayati.
b. Unsur biotik
Unsur biotik, yaitu unsur lingkungan berupa makhluk hidup, seperti: manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, mikroorganisme, dan lain-lain. Unsur biotik sering disebut sebagai unsur hayati.
c. Unsur budaya
Budaya, yaitu unsur lingkungan yang berada di sekitar kehidupan manusia dalam lingkungan, seperti keadaan sistem nilai-nilai, cara hidup ma-syarakat, adat-istiadat, pendidikan, dan lain-lain. Budaya tercermin dalam pola dan gaya hidup tiap kelompok masyarakat dalam lingkungan tertentu. Seperti yang tampak pada gambar 1.4.1.
Gambar 1.4.1 Tradisi lompat batu di Nias. Budaya adalah salah satu unsur lingkungan.

Peranan Lingkungan Hidup bagi KehidupanLingkungan alam menyediakan kekayaan be-rupa udara, air, tanah, tumbuh-tumbuhan, dan hewan. Manusia dengan seluruh akal budinya me-manfaatkan semua itu untuk memenuhi kebutuh-annnya. Jadi, lingkungan memiliki peranan sangat penting bagi manusia. Tanpa lingkungan, manusia dan makhluk hidup lainnya tidak dapat melang-sungkan hidupnya.Manusia tidak dapat lepas dari lingkungannya. Secara umum peranan lingkungan bagi kehidupan, antara lain adalah sebagai berikut.
Tempat makhluk hidup tinggal dan melakukan aktivitas.
Penyedia sumber bahan mentah. Sumber kehidupan.
Berikut ini manfaat dan peranan setiap unsur lingkungan hidup secara lebih terperinci.
a. Peranan unsur-unsur abiotik
Peranan unsur-unsur abiotik adalah sebagai berikut.
Matahari, memberikan energi bagi seluruh ke-hidupan di bumi.
Tanah, merupakan tempat berpijak dan tinggal manusia dan makhluk hidup lain, tempat ber-cocok tanam, dan penyedia berbagai unsur tambang. Air, adalah sumber kehidupan. Tanpa air, tidak mungkin ada kehidupan. Seorang penambang pasir di Semarang. Selain tempat berpijak, tanah dapat diolah manusia.
b. Peranan unsur-unsur biotik
Peranan unsur-unsur biotik adalah sebagai berikut.
Tumbuhan berhijau daun sebagai pembuat dan penyedia makanan.
Hewan sebagai sumber makanan dan tenaga.
Manusia sebagai pengolah alam. Mikroorganisme sebagai pengurai. Kerusakan Lingkungan Hidup
Kerusakan lingkungan hidup adalah perubah-an sifat fisik dan/atau sifat hayati lingkungan yang mengakibatkan lingkungan itu tidak berfungsi lagi dengan baik.
Lingkungan dikatakan mengalami kerusakan jika terjadi ketidakseimbangan di dalamnya atau dalam ekosistem bersangkutan. Misalnya lingkungan hidup yang semula berada dalam keadaan stabil, kemudian mengalami tanah longsor, banjir, dan sebagainya.
Bentuk-bentuk kerusakan lingkungan hidup
Berbagai bentuk kerusakan lingkungan hidup, antara lain tanah kritis/tandus; hutan gundul; pen-cemaran udara, air, tanah, dan suara; kerusakan barang-barang tambang; dan kerusakan ekosis-tem.
Berbagai kerusakan lingkungan dapat dike-lompokkan menjadi kerusakan lahan pertanian, kerusakan hutan, dan pencemaran lingkungan.
a. Kerusakan lahan pertanian
Kerusakan lahan pertanian adalah berbagai kerusakan lingkungan yang terjadi pada lahan per-tanian. Contoh kerusakan lahan pertanian lahan menjadi tandus karena penanaman jenis tanaman tertentu secara terus-menerus, atau pemupukan berlebihan;
lahan pertanian mengandung bahan kimia ber-lebihan (pupuk, pestisida, dan lain-lain) yang dapat membahayakan jika terserap tumbuhan.
b. Kerusakan hutan
Bentuk-bentuk kerusakan hutan, misalnya: gundulnya hutan karena kegiatan penebangan terus-menerus; pembakaran hutan yang digunakan sebagai ladang dan permukiman; penggantian jenis tanaman hutan menjadi hutan produksi.
Gambar 1.4.3 Kebakaran hutan di Sampit. Menimbulkan kerusakan hutan yang merugikan masyarakat dan negara.
c. Pencemaran lingkungan
Pencemaran adalah gejala masuknya zat-zat atau komponen lain ke dalam lingkungan, sehingga kualitasnya turun. Turunnya kualitas lingkungan tampak dari berkurangnya kegunaan lingkungan, hingga kemungkinan terjadinya kematian pada or-ganisme yang hidup di dalamnya.
Pencemaran lingkungan meliputi pencemaran lingkungan air, tanah, udara, dan suara. Pencemar-an memberikan dampak buruk, bagi manusia, he-wan, tumbuhan, serta mikroorganisme.
1. Pencemaran air
Pencemaran air terjadi karena adanya penam-bahan bahan yang merugikan/berbahaya ke dalam air dalam jumlah cukup besar, sehingga memenga-ruhi kegunaan atau kualitas air.
Air yang telah tercemari mungkin tidak dapat dimanfaatkan lagi untuk kepentingan manusia dan makhluk hidup lain. Air yang telah tercemar ber-bahaya bagi kesehatan.
Beberapa bentuk pencemaran air, misalnya:
bercampurnya limbah industri dan rumah tangga ke dalam perairan terbuka seperti da-nau, sungai, dan sebagainya; meresapnya zat-zat kimia beracun dari tim-bunan limbah industri ataupun rumah tangga ke dalam air tanah, sumur, dan saluran air; tercemarnya air danau dan sungai oleh pes-tisida; tercemarnya air tanah oleh limbah nuklir de-ngan bahaya radioaktifnya.
2. Pencemaran laut
Pencemaran laut yaitu penambahan zat be-racun/berbahaya dengan sengaja ataupun tidak ke dalam lingkungan laut, samudera, dan muara. Misalnya:
tercemarnya laut oleh limbah industri atau ru-mah tangga yang dibuang secara langsung atau melalui sungai-sungai; tercemarnya laut oleh tumpahan minyak dari kapal tanker yang bocor atau yang bertabrakan di tengah laut; tercemarnya laut oleh kebocoran pipa minyak mentah di dasar laut; tercemarnya laut oleh berbagai jenis logam berat ditandai dengan tercemarnya hewan laut yang dikonsumsi manusia.
3. Pencemaran tanah
Pencemaran tanah terutama oleh dampak lim-bah industri dan rumah tangga atau penggunaan pestisida dalam kegiatan pertanian. Misalnya: meningkatnya kandungan zat kimia dari pes-tisida di dalam tanah; merembesnya zat kimia berbahaya dari tim-bunan limbah industri atau rumah tangga ke lapisan permukaan tanah; dan menurunnya kegunaan tanah karena kadar pestisida yang berlebihan.
4. Pencemaran udara
Pencemaran udara adalah masuknya zat pen-cemar ke dalam udara dalam jumlah banyak se-hingga secara langsung atau tidak berpengaruh pada kesehatan, keamanan, dan kenyamanan ma-nusia dan makhluk hidup lain.
Bentuk-bentuk pencemaran, antara lain:
pencemaran oleh pembakaran dan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) pada kendaraan bermotor; pencemaran oleh proses industri dan pengo-lahan limbah domestik; pencemaran oleh penggunaan bahan-bahan dalam alat semprot (aerosol); dan pencemaran oleh penyemprotan pestisida.
Berbagai bahaya pencemaran udara dapat di-gambarkan sebagai berikut.
Pencemaran udara dapat langsung berdampak pada lingkungan sekitarnya. Namun dapat juga tertiup angin dan mencemari lingkungan lain, sehingga daerah yang tercemar semakin luas.
Sebagian zat pencemar udara di atmosfer dapat turun kembali ke bumi bersama hujan, salju, atau angin. Contoh: terjadinya hujan asam.
Hujan asam terjadi karena air di atmosfer yang berbentuk awan bercampur dan bereaksi dengan sulfur dioksida (SO2) dan karbon diok-sida (CO2). Menurut penelitian, hujan asam telah menyebabkan kerusakan ribuan hektar hutan pinus di belahan bumi utara. Hujan asam juga menyebabkan perkaratan pada bangunan.
Sebagian zat pencemar tetap tinggal di atmos-fer, mengakibatkan kenaikan suhu bumi dan menyebabkan kerusakan lapisan ozon.
Zat pencemar (polutan) berupa belerang dioksida (SO2) dan karbon dioksida (CO2) yang berasal dari pabrik, mesin-mesin ken-daraan bermotor, pesawat terbang, asap hasil kebakaran hutan dan segala senyawa freon membentuk lapisan di udara, menim-bulkan efek rumah kaca
Efek rumah kaca yaitu peningkatan suhu bumi karena terjebaknya panas dalam la-pisan atmosfer oleh adanya lapisan zat-zat polutan seperti CO2 yang menghalangi (ber-tindak seperti kaca) sehingga panas di bumi tidak mungkin terpancar ke stratosfer.
Lapisan ozon adalah lapisan di atmosfer pada ketinggian 15-30 km. Lapisan ozon adalah pelindung bumi, yang berguna mem-bantu memantulkan sebagian panas dan menyaring sinar ultraviolet dari matahari. Jika lapisan ozon rusak, hal buruk yang dapat terjadi adalah:
Panas dan sinar ultraviolet matahari yang sampai ke bumi akan berlebihan. Kelebihan sinar ultraviolet menyebab-kan kanker kulit, dan kematian organis-me hidup.
Kelebihan panas matahari dapat men-cairkan gletser di pegunungan tinggi dan lapisan es di kutub-kutub bumi. Mencairnya es menaikkan permukaan laut di bumi dan dapat menenggelam-kan daratan, terutama dataran rendah.
Faktor-faktor penyebab kerusakan lingkungan hidup
Penyebab utama kerusakan lingkungan hidup yaitu faktor alam dan faktor manusia.
a. Proses alam
Proses alam adalah semua peristiwa yang ter-jadi secara alamiah. Berbagai proses alamiah dapat menimbulkan kerusakan lingkungan.
Misalnya, letusan gunung api, gempa bumi, banjir, pergantian iklim, dan sebagainya.
Di dalam lingkungan alamiah, interaksi antara unsur-unsur lingkungan, pertukaran energi, per-gantian komunitas flora dan fauna merupakan respon terhadap perubahan lingkungan yang di-timbulkan oleh peristiwa alam tersebut.
b. Kegiatan manusia
Guna mempertahankan kelangsungan hidup-nya dan meningkatkan kesejahteraan hidup, ma-nusia dengan kemampuannya didukung kemajuan teknologi mengolah dan memanfaatkan kekayaan yang disediakan oleh alam. Namun, sering kali in-teraksi antara manusia dengan lingkungannya me-nimbulkan ketidakseimbangan ekosistem serta kerusakan lingkungan.
Dari zaman dahulu disadari atau tidak, berba-gai kegiatan manusia turut serta memengaruhi stabilitas lingkungan. Berikut adalah berbagai kegiatan yang mengganggu kestabilan lingkungan.
1. Kegiatan perburuan
Kegiatan berburu (secara liar) dapat me-nyebabkan punahnya berbagai jenis binatang dan akhirnya akan mengakibatkan terganggu-nya keseimbangan ekosistem.
2. Kegiatan perladangan
Untuk membuka area perladangan baru dalam perladangan berpindah dilakukan pene-bangan dan pembakaran hutan. Selain menam-bah jumlah lahan kritis, penebangan dan pem-bakaran hutan akan mengurangi luas hutan.
3. Kegiatan pertanian
Untuk meningkatkan produksi pertanian dila-kukan pemupukan dan pemberantasan hama. Penggunaan pupuk dan pestisida secara berlebihan dapat menimbulkan kerusakan tanah. Berbagai bentuk kemajuan teknologi di bidang pertanian, juga sering menimbulkan kerusakan lingkungan.
4. Kegiatan penebangan hutan
Penebangan hutan secara liar mengakibat-kan berkurangnya luas hutan dengan cepat. Penggundulan hutan membuat fungsi hutan hilang dan menambah jumlah lahan kritis.
5. Kegiatan penangkapan ikan
Penangkapan ikan dengan pukat harimau, racun, dan bahan peledak menyebabkan pu-nahnya berbagai jenis ikan, terumbu karang, dan rusaknya lingkungan.
6. Kegiatan pertambangan
Penggalian barang tambang yang tidak me-merhatikan kelestarian lingkungan mengaki-batkan kerusakan lingkungan di sekitarnya.
7. Kegiatan industri
Melestarikan lingkungan hidup berarti meles-tarikan fungsi lingkungan hidup. Pelestarian ling-kungan hidup berarti pula suatu bentuk upaya me-melihara kelangsungan daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup.
Daya dukung lingkungan hidup adalah kemam-puan lingkungan hidup untuk mendukung peri-kehidupan manusia dan makhluk hidup lain.
Daya tampung lingkungan hidup adalah ke-mampuan lingkungan hidup untuk menyerap zat, energi, dan/atau komponen lain yang ma-suk dan dimasukkan ke dalamnya.
Pentingnya pelestarian lingkungan hidup
Lingkungan hidup mempunyai peranan sangat penting bagi kehidupan manusia. Lingkungan alam secara langsung atau tidak memberikan kehidupan dan penghidupan bagi manusia. Ada keterikatan sangat erat antara lingkungan alam dan manusia.
Dari pernyataan tersebut dapat diuraikan bah-wa ada dua hal penting yang menjadi alasan pen-tingnya pelestarian lingkungan, yaitu:
Pengambilan dan pemanfaatan kekayaan alam dengan memerhatikan kelestarian lingkungan akan memberikan dukungan maksimal bagi ke-hidupan manusia. Sebaliknya, kerusakan ling-kungan akan mengakibatkan kerugian sangat besar bagi manusia atau makhluk hidup lain. Jadi, kerusakan lingkungan adalah kerugian bagi manusia juga.
Manusia hidup dari generasi ke generasi. Ling-kungan tempat tinggalnya saat ini, nantinya akan ditempati oleh generasi berikut. Seperti halnya manusia pada zaman ini, generasi ber-ikut pun memerlukan lingkungan dengan selu-ruh kekayaannya, agar dapat hidup baik.
Jadi, generasi sekarang wajib memberikan wa-risan lingkungan yang baik bagi generasi berikut.
Bentuk pelestarian lingkungan hidup
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang industri sangat banyak membantu menyediakan berbagai kebutuhan manusia yang berkualitas baik. Namun, industri juga menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan hidup karena limbah industri dan limbah hasil industri dapat mencemari lingkungan.
Agar fungsi dan peranan lingkungan hidup dapat berkesinambungan, maka dalam mengeks-ploitasi dan memanfaatkan potensi alam harus tetap memerhatikan kelestariannya.
Berbagai usaha yang dilakukan manusia untuk melestarikan lingkungan hidup dapat dikelompok-kan menjadi dua, yaitu pelestarian lingkungan be-rupa usaha perbaikan (kuratif) dan usaha pence-gahan (preventif).
a. Usaha perbaikan (kuratif)
Usaha perbaikan (kuratif) terutama dilakukan untuk mengatasi lingkungan yang terlanjur rusak. Usaha ini dilakukan untuk mengembalikan ling-kungan pada kondisi semula. Bentuk usaha per-baikan lingkungan, antara lain:
kegiatan penanaman hutan kembali (reboisasi) terhadap hutan-hutan yang sudah terlanjur gundul;
kegiatan perbaikan kondisi tanah, misalnya: tanah yang telah tercemar bahan pestisida di-netralkan dengan penanaman jenis pohon ter-tentu, penambahan unsur-unsur yang diperlu-kan tanah (unsur hara dan air);
kegiatan rehabilitasi lahan kritis, misalnya pada tanah longsor. Kegiatan rehabilitasi bisa dilakukan dengan penanaman pohon-pohon berakar kuat.
b. Usaha pencegahan (preventif)
Usaha pencegahan (preventif) adalah usaha pe-lestarian lingkungan hidup sebelum lingkungan tersebut menjadi rusak.
Bentuk-bentuk usaha preventif terutama ada-lah memperlakukan alam lingkungan dengan cara-cara tertentu sebaik mungkin agar kerusakan dapat dihindari. Misalnya:
pembatasan kegiatan eksploitasi sumber-sum-ber alam (seperti: pembatasan perburuan dan penebangan hutan); penghematan pamakaian sumber-sumber alam (minyak dan gas, bahan-bahan tambang); melakukan pengolahan tanah dengan baik, se-perti terasering pada tanah miring, pemberian pupuk/pestisida dengan komposisi tepat, dan lain-lain); melakukan penghijauan;
menghindarkan pencemaran tanah, air, dan udara (misalnya pengolahan limbah, pener-tiban pembuangan sampah, dan sebagainya).
Pembangunan Berwa-wasan Lingkungan
Apakah setiap negara melakukan pembangun-an? Ya! Setiap negara melakukan pembangunan. Bagaimana pembangunan suatu negara (termasuk Indonesia) terkait dengan pembangunan berwa-wasan lingkungan?
A. Pembangunan nasional
Pembangunan nasional adalah pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan seluruh masyarakat Indonesia. Pembangunan na-sional mencakup bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan.
Dari berbagai bidang pembangunan tersebut, tentu di dalamnya tercakup kegiatan pembangun-an bersifat fisik, bukan? Misalnya, pembangunan perumahan, gedung-gedung perkantoran, pusat perbelanjaan atau hiburan, dan prasarana trans-portasi (jalan, jembatan, dan lain-lain).
Setiap negara melakukan pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Apa tujuan dan sasaran pembangunan nasional?
Jika membaca kembali Pembukaan UUD 1945, kita dapat membuat daftar tujuan pembangunan nasional Indonesia sebagai berikut.
Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.
Memajukan kesejahteraan umum.
Mencerdaskan kehidupan bangsa.
Ikut melaksanakan ketertiban dunia.
Keempat tujuan tersebut memberikan gam-baran bahwa pembangunan yang dilaksanakan memiliki kepentingan nasional dan internasional. Kepentingan nasional berhubungan dengan kese-jahteraan bangsa dan negara, sedangkan kepen-tingan internasional adalah ikut melaksanakan ketertiban dunia.
Dalam pembangunan terkandung tujuan un-tuk melindungi bangsa dan seluruh tumpah da-rah Indonesia (wilayah negara). Dapatkah kamu menghubungkannya dengan topik tentang ling-kungan hidup yang telah kita bahas sebelumnya?\
Pengertian pembangunan berwawasan lingkungan
Pembangunan berwawasan lingkungan sebe-narnya adalah terjemahan dari gagasan pemba-ngunan berkelanjutan (sustainable development). Ide pembangunan berkelanjutan dicetuskan untuk mengantisipasi kondisi lingkungan hidup yang semakin buruk dari waktu ke waktu.
Dalam pembangunan berkelanjutan, pember-dayaan sumber daya alam dan lingkungan harus dilakukan secara terencana, rasional, optimal, ber-tanggung jawab sesuai daya dukung lingkungan.
Jadi, dalam menentukan strategi pemba-ngunan, aspek lingkungan dijadikan pertimbangan utama. Konsep tersebut pada dasarnya mengan-dung aspek pelestarian daya dukung lingkungan hidup dan solidaritas antargenerasi. Bagaimana sejarah lahirnya pembangunan berkelanjutan?
Kesepakatan pembangunan berkelanjutan di tingkat dunia
Kesepakatan tentang pembangunan berkelan-jutan di tingkat dunia, melalui proses panjang. Proses dimulai dengan isu-isu lingkungan pada ta-hun 1960-an, kesadaran lingkungan, berbagai per-debatan, hingga diselenggarakannya beberapa konferensi tingkat dunia, seperti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Lingkungan pertama di Stockholm, Swedia (1972), dan KTT Lingkungan kedua di Nai-robi, Kenya (1982). PBB juga membentuk Program Lingkungan Hidup PBB (The United Nations Environ-ment Programme/UNEP) setelah KTT Stockholm.
Konsep pembangunan berkelanjutan (sustain-able development) diamanatkan dalam KTT Bumi di Rio de Janeiro, Brazil tahun 1992. Pada KTT tersebut dihasilkan prinsip-prinsip pembangunan berke-lanjutan.
Atas prakarsa PBB, setiap negara kemudian membentuk suatu dewan untuk menindaklanjuti kesepakatan KTT Bumi tersebut. Dewan itu dina-makan Dewan Nasional Pembangunan Berkelan-jutan (DNPB) atau National Council for Sustainable De-velopment (NCSD). Sebagai wadah koordinasi antar-badan-badan NCSD, oleh PBB dibentuk United Na-tion Commision on Sustainable Development (UNCSD).
Beberapa KTT terus diadakan untuk mewujud-kan konsep pembangunan berkelanjutan. Misal-nya, KTT Bumi di New York, Amerika Serikat tahun 1997 dan KTT Penerapan Konsep-konsep Pemba-ngunan Berkelanjutan di Johannesburg, Afrika Sela-tan tahun 2002.

Demikian lah artikel kali ini,semoga bermanfaat dan menambah wawasan kita.Sekian Terimakasih.

0 Response to "Masalah Lingkungan Hidup Dan Penanggulan nya"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel