Konsep dan Pendekatan Geografi

ips.guruindonesia.id- Eratosthenes mengemukakan bahwa geogarfi adalah ilmu yang meluksikan atau menggambarkan keadaan bumi. Eratosthenes merupakan ahli geografi dan astronom yang berasal dari Yunani. Eratosthenes dikenal sebagai “Bapak Geografi” dan dianggap sebagai peletak dasar pengetahuan geografi.

A. Konsep Geografi
Konsep geografi merupakan ciri khas kajian ilmu geografi. Ciri khas inilah yang membedakannya dengan ilmu lain. Konsep geografi ini penting untuk memahami fenomena geosfer yang terjadi. Konsep geografi diantaranya sebagai berikut. 

1. Konsep aglomerasi 
Berkaitan dengan pemusatan atau pengelompokkan suatu fenomena atau pengelompokkan suatu fenomena di permukaan bumi. Contohnya, pengelompokkan kawasan industri di Pulo Gedung. 

2. Konsep diferensiasi area
Berkaitan dengan perbedaan karakteristik antara daerah satu dengan daerha lainnya. Perbedaan karakteristik tersebut dapat berupa bentang alam, kependudukan, pembangunan, atau perekonomian. Contohnya, daeraj perkotaan dimanfaatkan untuk kegiatan perindustrian, perdagamgan, dan jasa, sedangkan daerah pedesaan dimanfaatkan untuk pertanian. 

3. Konsep interaksi dan interdependensi
Menunjukkan hubungan timbal balik antarwilayah. Hubungan timbal balik tersebut didasari oleh perbedaan potensi dan karakteristik antarwilayah. Hubungan timbal balik tersebut didasari oleh perbedaan potensi dan karakteristik antarwilayah. Hubungan timbal balik berupa pergerakan barang, jasa, ide, informasi, atau penduduk. Contohnya, Kota A sebagai penghasil padi dan mendistribusikan padinya ke Kota B, sedangkan Kota B penghasil minyak kelapa sawit dan mendistribusikan minyak kelapa sawitnya ke Kota A. 

4. Konsep Jarak
Mengkaji jarak antara suatu tempat dengan tempat lain. Konsep jarak dibedakan sebagai berikut. 

a. Jarak absolut 
Yaitu jarak antarwilayah yang diukur menggunakan satuan panjang. Contohnya, jarak antara Kota Pontianak dan Kabupaten Mempawah adalah 75 km. 

b. Jarak relative
Yaitu jarak antarwilayah yang mempertimbangkan rute, waktu, atau biaya. Contohnya, jarak antar Cilacap – Temanggung dapat ditempuh dalam waktu empat jam menggunakan jalur darat (mobil, motor, atau bus). 

5. Konsep keterjangkauan
Mengkaji sarana aksesibilitas untuk mencapai suatu tempat. Konsep keterjangkauan mengkaji jarak. Contohnya, untuk menuju Pulau Alor di Nusa Tenggara Timur harus menempuh perjalanan laut dengan menggunakan kapal, perjalanan dengan menggunakan jalur udara belum dapat dilakukan Karena di Pulau Alor belum tersedia Bandar udara. 

6. Konsep keterkaitan keruangan
Menunjukkan tingkat saling membutuhkan antarwilayah. Keterkaitan keruangan didasari didasari oleh adanya perbedaan potensi antarwilayah. Perbedaan potensi mendorong adanya keterkaitan dalam memenuhi kebutuhan material dan sosial penduduk. Contohnya, Kabupaten Gunung Kidul memiliki potensi gamping yang melimpah untuk dijadikan bahan baku semen, sedangkan Kabupaten Kulon Progo memiliki potensi pasir yang melimpah untuk bahan baku semen. Maka kedua daerah tersebut saling bertukar bahan baku untuk memproduksi semen. 

7. Konsep lokasi
Mengkaji letak suatu objek di permukaan bumi. Konsep lokasi dibedakan sebagai berikut. 

a. Lokasi absolut
Yaitu lokasi suatu tempat di permukaan bumi berdasarkan garis lintang dan garis bujur. Contohnya, Kota Pangkalpinang terletak antara 106° 4’ BT-106°7’ BT dan 2°4’-2°10’LS. 

b. Lokasi relative
Yaitu lokasi suatu tempat yang dilihat dari tempat lain disekitarnya. Contohnya Kota Pangkalpinang terletak pada bagian timur Pulau Bangka, dengan di sebelah utara berbatasan dengan Desa Pangawaran, sebelah selatan berbatasan dengan Desa Dul, sebelah timur berbatasan dengan Laut Cina Selatan, dan sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Mendo Barat. 

8. Konsep morfologi 
Berkaitan dengan bentuk-bentuk permukaan bumi. Bentuk-bentuk permukaan bumi. Bentuk-bentuk permukaan bumi dihasilkan oleh aktivitas dari dalam luar permukaan bumi. Contohnya, endapan kapur pada dinding-dinding gua karst membentuk ornamen gua berupa stalaktiti dan stalagmite. 

9. Konsep nilai guna
Berkaitan dengan kegunaan suatu wilayah berdasarkan potensi yang dimiliki. Contohnya, Pantai Wediombom Kabupaten GunungKidul dimanfaatkan oleh wisatawan untuk berkreasi sedangkan oleh para nelayan dimanfaatkan sebagai tempat berlabuh peahu setelah melaut. 

10. Konsep pola
Mengkaji susunan keruangan objek di permukaan bumi. Kegiatan manusia dalam memanfaatkan alam membentuk pola-pola tertentu. Contohnya, pemukiman penduduk di pinggi sungai berpola memanjang mengikuti alur sungai. 


A. Pendekatan Geografi 
Pendekatan geografi dapat diartikan sebagai metode atau cara analisis untuk memahami berbagai gejala dan fenomena geosfer. Pendekatan geografi diantaranya sebagai berikut. 

1. Pendekatan Keruangan (Spasial) 
Pendekatan keruangan dalam geografi mengkaji suatu permasalahan berdasarkan ruang kejadiannya. Hal yang dipertimbangkan dalam kajian keruangan antara lain penggunaan ruang, penyediaan ruang yang akan dimanfaatkan, komponen pembentuk ruang, serta pola keruangan yang dihasilkan. Contohnya, terjadinya kemacetan di ibu kota disebabkan oleh penataan ruang yang belum sempurna. 

2. Pendekatan Kelingkungan (Ekologi) 
Pendekatan kelingkungan mengkaji permasalahan yang disebabkan oleh interaksi makhluk hidup yang satu dengan yang lain. Contoh, membuang sampah di sungai mengakibatkan daerah sekitar bantaran di sungai mengalami banjir. 

3. Pendekatan Kompleks Wilayah (Kewilayahan) 
Pendekatan kompleks wilayah/ kewilayahan mengkaji suatu permasalahan dengan mengombinasikan pendekatan keruangan dan kelingkungan. Kajian pendekatan kompleks wilayah menemukan bahwa fenomena yang terjadi di setiap wilayah berbeda-beda. Contohnya, untuk melaksanakan program transmigrasi pemerintah harus menyediakan lahan untuk para transmigran yang juga harus memperhatikan kondisi daerah tujuan transmigran seperti kerawanan terhadap bencana dan ketersediaan air.

0 Response to "Konsep dan Pendekatan Geografi "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel