Kerajaan-Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia

Kerajaan-Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia
ips.guru.indonesia- Hindu-Buddha di Indonesia tidak terlepas dari pengaruh persentuhan kebudayaan antara daerah Nusantara dengan India sebagai tempat kelahiran kedua agama tersebut. Persentuhan kebudayaan ini terjadi sebagai salah satu akibat dari hubungan yang dilakukan antara orang-orang India dengan orang-orang yang ada di Nusantara, terutama karena daerah Nusantara merupakan jalur perdagangan strategis yang menghubungkan antara India dan Cina dibawah ini merupakan 

a. Kerajaan Kutai

Kerajaan Kutai berdiri sekitar abad ke-5. Kerajaan ini terletak di Muara Kaman, Kalimantan Timur, tepatnya di hulu sungai Mahakam. Informasi tentang awal mula Kutai diketahui dari Yupa. Ada tujuh buah Yupa yangmenjadi sumber utama bagi para ahli untuk mengetahui sejarah KerajaanKutai.Yupaadalah tugu batu yang berfungsi sebagai tugu peringatan. 

Kerajaan Kutai
Kerajaan Kutai
Yupa ini dikeluarkan pada masa pemerintahan Raja Mulawarman.Prasasti Yupa ditulis dengan Huruf pallawa dan bahasa sanskerta.Berdasarkan salah satu isi Prasasti Yupa, kita dapat mengetahui nama-nama raja yang pernah memerintah diKutai,yaitu Kundungga,Aswawarman Dan Mulawarman.

Nama Kundungga tidak dikenal dalam bahasa India,dengan demikian Dapat disimpulkan bahwa nama tersebut merupakan nama asli daerah tersebut. Kundungga Mempunyai anak bernama Aswawarman dan cucu yangbernama Mulawarman.Dua namaTerakhir merupakan nama yang mengandung unsure India.Halini menunjukkan bahwa Pengaruh Hindu pada keluarga kerajaan itu sudah mulai masuk pada masa Kundungga Yang dibuktikan dengan diberikannya nama Hindu pada anaknya.

Satu di antara yupa di Kerajaan Kutai berisi keterangan bahwa raja Mulawarman telah member sedekah 20.000 ekor Sapi kepada para brahmana.Hal ini menjelaskan bahwa kegiatan ekonomi yang dilakukan Oleh masyarakat Kutai adalah usaha petern akan. Disamping peternakan, masyarakat Kutai Melakukan pertanian.Letak kerajaan Kutai di tepi sungai,sangat mendukung.untuk pertanian.Selain itu, masyarakat Kutai juga melakukan perdagangan.Diperkirakan sudah terjadi hubungan dagang dengan luar.Jalur perdagangan internasional dari India melewati Selat Makassar,terus ke Filipina dan sampai di Cina.Dalam pelayarannya dimungkinkan para pedagang itu singgah terlebih  dahulu di Kutai.

b. Kerajaan Tarumanegara

Kerajaan Tarumanegara
Kerajaan Tarumanegara merupakan kerajaan tertua di Pulau Jawa yang diperkirakan berdiri Pada abad ke–5 Masehi.Berdasarkan catatan sejarah dan peninggalan artefak di sekitar lokasi kerajaan, terlihat bahwa kerajaanTarumanegaa adalah kerajaan Hindu beraliran Wisnu.

Sumber Sejarah mengenai kerajaan Tarumanagara diketahui dari prasasti-prasasti yang ditinggalkannya.Prasasti itu menggunakan huruf Pallawa dan bahasa Sansekerta .Sampai saat ini ada ditemukan 7 buah prasasti,yaitu:prasasti Kebon Kopi, prasati Ciaruteun ,prasasti Pasir Awi,Prasasti Jambu, Prasati Muara Cianten,dan prasasti Tugu. Selain itu,sumber lain tentang kerajaan Tarumanegara Diperoleh dari catatan seorang musafir Cina yang bernama Fa-Hien. Dalam perjalanan keIndiaia singgah di Ye-Po-Ti (PulauJawa).

Berdasarkan sumber-sumber tersebut,dapat diperoleh gambaran mengenai Kehidupan masyarakat Tarumanegara.Mata pencahariannya adalah bertani dan Berdagang Menurut berita yang ditulis Fa-Hien barang yang diperdagangkan adalah cula badak, kulit penyu dan perak.Fa-Hien juga menjelaskan di Tarumanegara terdapat tiga agama, yakni agama Hindu, agama Buddha dan Kepercayaan animisme.Raja memeluk agama Hindu.

Raja yang terkenal dari KerajaanTarumanegara adalah Purnawarman.Ia dikenal sebagai raja yang gagah berani dan tegas. Ia juga dekatdengan para brahmana dan rakyatnya .Ia rajayang jujur,adil,dan arif dalam memerintah.Untuk memajukan bidang pertanian, raja memerintahkan pembangunan Irigasi dengancara menggali sebuah saluran sepanjang 6112 tumbak (±11 km). Saluran itu disebut dengan Sungai Gomati Saluran itu selain berfungsi sebagai irigasi juga untuk mencegah bahaya banjir.

c. Kerajaan Sriwijaya
Kerajaan Sriwijaya
Kerajaan Sriwijaya berdiri sekitar abad ke-7 Masehi. Kerajaan Sriwijaya merupakan salah satu kerajaan besar yang pernah berdiri di Indonesia.Kerajaan ini mampu mengembangkan diri sebagai negara maritime dengan menguasai lalu lintas pelayaran dan perdagangan dari Selat Malaka, Selat Sunda,hingga Laut Jawa.

Sumber sejarah kerajaan Sriwijaya diperoleh dari prasasti yang berasal dari dalam negeri dan prasasti dari luar negeri. Prasasti yang berasal dari dalam negeri antara lain: prasasti Kedukan Bukit, prasasti Talang Tuwo, prasasti Telaga Batu, prasasti Kota Kapur,prasasti Karang Berahi, prasasti Palas Pasemah dan Amoghapasa. Adapun Prasasti yang berasal darluar negeri antara lain: prasasti Ligor, prasati Nalanda, prasasti Canton, prasasti Grahi dan prasati Chaiya.Sumber sejarah lain tentang kerajaan Sriwijaya diperoleh Dari seorang pendeta Cina yang bernama I-tsing. Berdasarkan sumber-sumber tersebut, diperoleh keterangan mengenai Sriwijaya sebagai berikut :
➜ Kerajaan Sriwijaya pernah menjadi pusat kegiatan ilmiah agama Buddha Di Asia Tenggara.

➜Pulau Bangka dan Jambi Hulu telah ditaklukkan oleh Kerajaan Sriwijaya Pada tahun 686 Masehi. 

➜Pada awalaba d ke-11 Raja Rajendracola dari Kerajaan Colamandala (India) Melakukan penyerbuan besar-besaran ke wilayah Sriwijaya. 

Penyerbuan Colamandala dapat dipukul mundur namun berhasil melemahkan kerajaan Sriwijaya.Kerajaan Sriwijaya diperkirakan terletak di Palembang, di dekat pantai dan di tepi Sungai Musi. Pada mulanya masyarakat Sriwijaya hidup dengan bertani.Namun karena berdekatan dengan pantai,maka perdagangan menjadi cepat berkembang.Kemudian perdagangan menjadi mata pencaharian pokok masyarakat Sriwijaya.

Download Silabus IPS ( Ilmu Pengetahuan Sosial ) Kelas VII SMP/MTs Kurikulum 2013 Revisi 2017
Perkembangan perdagangan didukung oleh letak Sriwijaya yang strategis. Sriwijaya terletak di persimpangan jalur perdagangan internasional.Para pedagang dari Indiake Cina atau dari Cina ke India singgah dahulu diSriwijaya,begitu juga para pedagang yang akan Ke Cina.Parapedagang melakukan bongkar muat barang dagangan di Sriwijaya Dengan demikian,Sriwijaya semakin ramai dan berkembang menjadi pusatperdagangan.Untuk Memperkuat kedudukannya Sriwijaya membentuk armada angkatan laut yang kuat.Melalui armada angkatan laut yang kuat Sriwijaya mampu menguasai kawasan perairan Asia Tenggara, Perairan di Laut Natuna, Selat Malaka, Selat Sunda,dan Laut Jawa.

Selain menjadi pusat perdagangan, kerajaan Sriwijaya juga berkembang menjadi pusat agama Buddha Mahayana di Asia Tenggara.Menurut catatan pendeta I-Tsing,bahwa di Sriwijaya tinggal ribuanpendeta dan pelajar agama Buddha.Pada tahun 671M, I-Tsing pernah berdiam di Sriwijaya untuk belajar Tata bahasa Sanskerta sebagai persiapan kunjungannya ke India.Seperi halnya I-tsing, para pendeta Cina lainnya yang akan belajar agama Buddha ke India Dianjurkan untuk belajar terlebih dahulu di Sriwijaya selama satu sampai dua tahun. Disebutkan juga bahwa para pendeta yang belajar agama Buddha itu dibimbing oleh seorangguru yang bernama Sakyakirti.Berdasarkan hal ini, 

dapat disimpulkan bahwa kerajaan Sriwijaya sejak abad ke-7 M telah menjadi pusat kegiatan ilmiah agama Buddha, Raja yang terkenal dari Kerajaan Sriwijaya adalah Bala putra dewa. Ia memerintah sekitar abad ke-9 M. Pada masa pemerintahannya, Sriwijaya mencapai masa kejayaan. Wilayah kekuasaan Sriwijaya berkembang luas.Daerah-daerah kekuasaannya antara lain Sumatra dan pulau-pulau sekitar Jawa bagian barat, sebagian Jawa bagian tengah,sebagian Kalimantan, dan Semenanjung Melayu. 

Pada abad ke-11 kekuasaan Kerajaan Sriwijaya mulai mundur Salah satu penyebabnya adalah penyerbuan besar-besaran ke wilayah Sriwijaya oleh Raja Rajendracola dari Colamandala. Pada tahun 1017 M, kerajaan Colamandala Mengadakan serangan pertama.Serangan kedua dilakukan pada tahun 1025M.Penyerbuan Colamandala dapat dipukul mundur, namun kekuatan armada Laut Sriwijaya mengalami kemunduran. Akibat peperangan ini, banyak kapal Sriwijaya yang hancu dan tenggelam. Hal ini menyebabkan Banyak daerah kekuasaan Sriwijaya yang melepaskan diri.Pada tahun 1377 armada laut Majapahit menyerang Sriwijaya.Serangan ini mengakhiri riwayat kerajaan Sriwijaya.

d. KerajaanMataram Kuno

Kerajaan Mataram Kuno
Kerajaan Mataram Kuno berdiri pada pertengahan abad ke-8.Kerajaan ini diperintah oleh dua dinasti, yaitu dinasti Sanjaya yang beragama Hindu dan dinasti Sailendra yang beragama Buddha.Kedua dinasti itu saling mengisi pemerintahan dan kadang-kadang memerintah bersama-sama.

Sumber sejarah kerajaan Mataram Kuno diperoleh dari prasasti peninggalannya. Prasasti tersebut diantaranya adalah prasasti Canggal, prasasti Kalasan, prasastiLigor,prasasti Nalanda,prasastiKlurak,dan prasasti Mantyasih.

Kehidupan politik kerajaan Mataram Kuno diwarnai dengan pemerintahan dua dinasti yang silih berganti.Berdasarkan prasasti Canggal, diketahui MataramKuno mula- muladiperintah oleh Raja Sanna,kemudiandigantikan oleh keponakannya yang bernama Sanjaya.Raja Sanjaya memerintah dengan bijaksana sehingga rakyat hidup aman dan tenteram. Hal ini terlihat dari prasasti Canggal yang menyebutkan bahwa tanah Jawa kaya akan padi dan emas.Setelah Raja Sanjaya, Mataram Kuno diperintah oleh Rakai Panangkaran.Dalam Prasasti Kalasan disebutkan bahwa Rakai Panangkaran  Telah memberikan hadiah tanah dan memerintahkan membangun sebuah candi Untuk Dewi Tara dan sebuah biara untuk para pendeta agama Buddha.Tanah  dan bangunan tersebut terletak di Kalasan.Hal ini menunjukkan bahwa Rakai  Panangkaran mendukung adanya perkembangan agama Buddha.

Sepeninggal Rakai Panangkaran,Mataram Kuno terpecah menjadi dua. Satu pemerintahan dipimpin oleh keluarga Sanjaya yang menganut agama Hindu berkuasa di daerah Jawa bagian selatan.Satu pemerintahan lagi dipimpin oleh keluarga Syailendra yang menganut agama Buddha berkuasa di daerah Jawa bagian utara. Raja-raja yang berkuasa dari keluarga Sanjaya tertera dalam prasasti Canggal dan prasasti Mantyasih. Adapun raja-raja yang berkuasa dari keluarga Syailendra tertera dalam prasasti Ligor, prasasti Nalanda dan prasasti Klurak.

Perpecahan tersebut tidak berlangsung lama.Rakai Pikatan dari keluarga Sanjaya mengadakan perkawinan dengan Pramodhawardhani dari keluarga Syailendra.Melalui perkawinan ini,Mataram Kuno dapat dipersatukan kembali.Pada masa pemerintahan Pikatan-Pramodhawardani,Wilayah Mataram berkembang luas, meliputi JawaTengah dan Timur.Sepeninggal Rakai Pikatan,Mataram Kuno diperintah oleh Dyah Balitung. Ia memerintah pada tahun 898-911M.Pada masa pemerintahannya, Mataram Kuno mencapai puncak kejayaan. 

Raja-raja yang memerintah Mataram Kuno selanjutnya,yaitu Raja Daksa Memerintah tahun 910–919 M, Raja Tulodong memerintah tahun 919–924 M, dan Sri Maharaja Rakai Wawa memerintah tahun 924-929M.Pada masa pemerintahan Sri Maharaja Rakai Wawa terjadi bencana meletusnya Gunung Merapi yang memporak- porandakan daerah Jawa Tengah. Melihat situasi Kerajaan yang tidak aman,Mpu Sindok sebagai pejabat dalam pemerintahan Sri Maharaja Rakai Wawa memindahkan pusat kerajaan ke Jawa Timur.Selain Terjadinya bencana alam,perpindahan ini disebabkan oleh serangan-serangan Dari Sriwijaya ke Mataram. Hal ini mengakibatkan Mataram Kuno makin  Terdesak ke wilayah timur.

Kehidupan ekonomi masyarakat Mataram Kuno bersumber dari usaha Pertanian karena letaknya di pedalaman.Selain pertanian,masyarakat Mataram Kuno juga mengembangkan kehidupan maritime dengan memanfaatkan aliran Sungai Bengawan Solo.

Dalam bidang kebudayaan, Mataram kuno banyak menghasilkan karya berupa candi dan stupa. Keluarga Sanjaya yang beragama Hindu meninggalkan candi-candi seperti kompleks Candi Dieng, kompleks Candi Gedongsongo dan Candi Prambanan.Adapun keluarga Syailendra yang beragama Buddha meninggalkan stupa seperti Borobudur , Mendut,dan Pawon.

e.Kerajaan Medang

Kerajaan Medang
Sebelumnya sudah dijelaskan bahwa Mpu Sindok memindahkan ibukota kerajaan Mataram dari Jawa Tengah ke Jawa Timur. Ibu kotanya terletak di dekat Jombang di tepi Sungai Brantas.Selanjutnya,Mpu Sindok ini mendirikan dinasti baru yang bernama dinasti Isyana menggantikan dinasti Syailendra. Sumber sejarah yang berkenaan dengan kerajaan Medang di Jawa Timur antara lain Prasasti Pucangan, Prasasti Anjukladang dan Pradah, Prasasti Limus,Prasasti Sirahketing,Prasasti Wurara,Prasasti Semangaka, Prasasti Silet, Prasasti Turun Hyang,dan Prasasti Gandhakuti. Sumber yang lain adalah berita dari India dan Cina. Pendiri Kerajaan mataram (di Jawa Timur) Adalah Mpu Sindok sekaligus sebagai raja pertama dengan gelar SriMaharaja Rakai Hino Sri Isana Wikrama Dharmatungga dewa.Mpu Sindok memerintah tahun 929-948 M.Setelah MpuSindok meninggal,ia digantikan oleh anak perempuannya bernama Sri Isyanatunggawijaya. Ia menikah dengan Sri Lokapala dan dikaruniai seorang Putra yang bernama Sri Makutawang Swardhana yang kemudian naik tahta menggantikan ibunya. 

Sri Makutawang Swardhana digantikan oleh Sri Dharmawangsa Teguh Anantawikrama. Berdasarkan berita dari Cina, disebutkan bahwa Dharmawangsa pada tahun990M mengadakan serangan keSriwijaya sebagai Upaya mematahkan monopoli perdagangan Sriwijaya akan tetapi upaya ini mengalami kegagalan. 

Pada tahun 1016, Raja Wurawari menyerang Dharmawangsa. Diduga Penyerangan ini ter jadi atas dorongan kerajaan Sriwijaya. Serangan ini terjadi Pada saat Dharmawangsa sedang melaksanakan perkawinan antara puterinya dengan Airlangga, putra Raja Udayana dari Bali. Peristiwa ini menewaskan seluruh keluarga raja termasuk Dharmawangsa sendiri. Hanya Airlangga yang berhasil menyelamatkan diri.Bersama seorang pengikutnya yang bernama Norotama, Airlangga bersembunyi di Wonogiri (hutan gunung) dan hidup sebagai seorang pertapa.

Pada tahun 1019, Airlangga dinobatkan menjadi raja menggantikan Dhamawangsa oleh para pendeta Buddha.Ia segera mengadakan pemulihan hubungan baik dengan Sriwijaya. Airlangga membantu Sriwijaya ketika diserang Raja Colamandala dari India Selatan. Selanjutnya tahun 1037,Airlangga berhasil mempersatukan kembali daerah-daerah yang pernah dikuasai oleh Dharmawangsa. Airlangga juga memindahkan ibukota kerajaannya dari Dahake Kahuripan.

Pada tahun 1042, Airlangga menyerahkan kekuasaanya pada putrinya yang bernama Sangrama WijayaTunggadewi. Namun, putrinya itu menolak dan memilih untuk menjadi seorang petapa dengan nama Ratu Giriputri.Selanjutnya Airlangga memerintahkan Mpu Bharada untuk membagi dua kerajaan,yaitu Panjalu dengan ibu kota Daha dan Jenggala yang beribukota di Kahuripan.Hal itu dilakukan untuk mencegah terjadinya perang saudara diantara kedua putranya yang lahir dari selir.

Kehidupan ekonomi kerajaan Medang banyak bergantung kepada pelayaran dan perdagangan. Kerajaan Sriwijaya menjadi saingan berat bagi kerajaan Medan . karena waktu itu Sriwijaya menguasai jalur perdagangan laut India Indonesia - Cina. Hal inilah yang menyebabkan Raja Dharmawangsa 

Berusaha mematahkan monopoli perdagangan Sriwijaya. Selanjutnya pada Masa pemerintahan Airlangga,pelabuhan Hujung Galuhdi Muara Kali Brantas diperbaiki. Pelabuhan Hujung Galuh kemudian menjadi Bandar perdagangan yang ramai.Banyak pedagang asing singgah di kedua pelabuhan itu, sepert pedagang dari India, Burma, Kamboja, dan Champa.Selain itu,dibangun pula bendungan Waringin Sapta.Bendungan ini berguna untuk mengairi sawah-sawah penduduk dan mencegah luapan kali brantas yang mengganggu aktivitas perdagangan.

Bidang sastra juga mendapat perhatian.Pada masa pemerintahan Dharmawangsa kitab Mahabarata disadur dalam bahasa Jawa Kuno.Selanjutnya pada Masa pemerintahan Airlangga,Mpu Kanwa menggubah kitab Arjuna wihaha.

a. Kerajaan Kediri

Kerajaan Kediri
Munculnya Kerajaan Kediri berawal dari pembagian kerajaan oleh Airlangga menjadi Janggala dan Panjalu (Kediri). Kedua kerajaan ini dibatasi oleh Kali Brantas. Tujuan Airlangga membagi kerajaan adalah untuk mencegah perpecahan antara Kedua putranya.Akan tetapi upaya tersebut mengalami kegagalan.Setelah Airlangga wafat pada tahun1049M,terjadi perangan antara Janggala dan Panjalu (Kediri).Perang ini berakhir dengan kekalahan Janggala.Kerajaan kembali dipersatukan dibawah kekuasaan Panjalu (Kediri).

Sumber sejarah kerajaan Kediri antara lain prasasti Padlegan, prasasti Panumbangan , prasasti Hantang atau Ngantang,prasasti Talan dan Prasasti Desa Jepun .Raja-raja yang memerintah di Kediri antara lain Jayawarsa, Jayabaya, Sarwewara, Gandara, Kameswara dan Kertajaya.Pada masa Jayabaya kerajaan Kediri mencapai puncak kejayaan.awal masa pemerintahan Jayabaya,kekacauan akibat pertentangan dengan Janggala terus berlangsung.Baru pada tahun 1135M Jayabaya berhasil memadamkan kekacauan itu.Sebagai bukti, Adanya prasasti Hantang yang memuat tulisan panjalu jayati, artinya panjalu menang.Hal, itu untuk mengenang kemenangan Panjalu atas Jenggala. Setelah itu, Jayabaya mulai menata dan mengembangkan kerajaannya Kehidupan ekonomi kerajaan Kediri bersumber dari usaha pertanian ,pelayaran dan perdagangan Hasil utama pertanian masyarakat Kediri adalah beras. Pelayaran dan perdagangan juga berkembang,hal ini ditopang oleh armada laut Kediri yang cukup tangguh .Dalam perdagangan benda-benda yang diperdagangkan antara lain adalah emas, perak, gading, kayu cendana, Dan hasil bumi lainnya.Perkembangan seni pada masa kerajaan Kediri ditandai dengan ditulisnya beberapa kitab sastra. Kitab-kitab tersebut antara lain Kitab Baratayuda, Kitab Kresnayana, Kitab Smaradahana, da Kitab Lubdaka.

Kekuasaan Kediri berakhir pada masa Kertajaya.Pada masa pemerintahannya,Terjadi pertentangan antara raja dan kaum brahmana karena Kertajaya berlaku sombong dan berani melanggar adat. Para Brahmana kemudian mencari perlindungan kepada Ken Arok yang merupakan penguasa di Tumapel.Pada tahun 1222 M, Ken Arok dengan dukungan kaum Brahmana menyerang Kediri.Kediri dapat dikalahkan oleh KenArok.

b. Kerajaan Singhasari

Kerajaan Singhasari
Kerajaan Singhasari atau sering pula ditulis Singhasari atau Singosari,adalah sebuah kerajaan di Jawa Timur yang didirikan oleh Ken Arok pada tahun 1222 M. Sumber sejarah Kerajaan Singhasari antara lain diperoleh dari Kitab Pararaton,Kitab Negara Kertagama dan beberapa prasasti,seperti Prasasti Balawi, Maribong, Kusmala,dan Mula-Malurung.

Menurut Pararaton, Tumapel semula hanya sebuah daerah bawahan Kerajaan Kediri. Tumapel dikuasai oleh seorang akuwu bernama Tunggul Ametung. Kemudian Tunggul Ametung digulingkan dari kekuasaannya oleh KenArok yang merupakan bawahan Tunggul Ametung. Ken Arok menjadi akuwu baru.

Pada saat Ken Arok menguasai Tumapel, di kerajaan Kediri terjadi perselisihan antara Raja Kertajaya dan para Brahmana. Para Brahmana melarikan diri keTumapel.Mereka meminta perlindungan kepada KenArok.Atas dukungan para Brahmana, Ken Arok melakukan serangan ke Kediri.Perang melawan Kediri meletus didesa Ganter dan Kediri berhasil dikalahkan.Setelah Kediri berhasil dikalahkan,Ken Arok mendirikan kerajaan Singhasari Dan menjadi raja pertama dengan gelar Sri Ranggah Rajasa Sang Amurwabumi. 

Kerajaan Singhasari mencapai puncak kejayaannya pada masa pemerintahan Kertanegara.Ia bercita-cita meluaskan kekuasaannya meliputi seluruh wilayah Nusantara. Kertanegara berhasil memperluas kekuasaan ke beberapa daerah Diantaranya Bali, Kalimantan Barat Daya,Maluku,Sunda,danPahang.Pada tahun1275M Raja Kertanegara mengirimkan tentaranya ke Melayu atau yang dikenal dengan Ekspedisi Pamalayu. Selain untuk menggoyahkan kerajaan Sriwijaya,ekspedisi ini juga bertujuan untuk menahan serbuan tentara Mongol di bawah pimpinan Kaisar Kubilai Khan yang sedang melakukan Perluasan wilayah di Asia Tenggara.

Beberapa kali utusan Kaisar Kubilai Khan dating ke Singhasari menuntut agar Kertanegara mengakui kedaulatan Kubilai Khan di Cina. Tuntutan tersebut ditolak oleh Kertanegara Dengan tegas.Kemudian Kubhilai Khan mengirim armada Mongol ke Pulau Jawa untuk menaklukkan Kertanegara. Sebagai persiapan untuk menghadapi serangan tentara Mongol,Kertanegara mengirimkan bala tentaranya keluar Perang ini tidak terjadi karena Kertanegara telah meninggal pada tahun 1292 M akibat serangan dari Jayakatwang (keturunanRajaKediri).

Kehidupan ekonomi Kerajaan Singhasari bersumber dari pertanian dan perdagangan. Wilayah Singhasari terletak di daerah pedalaman dan dialiri dua sungai besar ,yaitu Bengawan Solo dan Kali Brantas. Selain dimanfaatkan untuk pertanian, kedua Sungai ini juga dimanfaatkan sebagai sarana lalu lintas.

Pelayaran dan pedagangan.Pada masa pemerintahan Kertanegara ,perdagangan Mendapat perhatian yang cukup besar. Hal ini tampak dari upaya Kertanagera Untuk menggeser kedudukan Siwijaya sebagai penguasa perdagangan di Selat Malaka.Upaya tersebut diwujudkan dengan melaksanakan Ekspedisi Pamalayu. 

c. Kerajaan Majapahit

Kerajaan Majapahit
Majapahit adalah sebuah kerajaan di Jawa Timur yang berdiri dari sekitar Tahun 1293M. Kerajaan Majapahit dianggap sebagai kerajaan Hindu-Buddha yang terbesar dalam sejarah Indonesia. Sumber sejarah kerajaan Majapahit diantaranya diperoleh dari Kitab Pararaton, Kitab Sutasoma, dan kitab Negara kerta gama.Selain it ada pula beberapa prasasti, diantaranya Prasasti Gunung Butak, Prasasti Kudadu, Prasasti Blambangan,dan Prasast Langgaran. Munculnya Kerajaan Majapahit erat hubungannya dengan keruntuhan 

Kerajaan Singhasari.Ketika Singhasari diserang oleh Jayakatwang, Raden Wijayayangmerupakan menantu Kertanegara berhasil meloloskan diri.Ia Mendapat pertolongan dari bupati Sumenep bernama AryaWiraraja.Berkat pertolongannya, Raden Wijaya mendapat pengampunan dari Jayakatwang dan Diberi tanah di hutan Tarik dekat Mojokerto.Daerah tersebut kemudian diberi nama Majapahit. 

Raden Wijaya kemudian menyusun kekuatan untuk menyerang balik Jayakatwang.Saat Ia melakukan persiapan untuk menyerang Jayakatwang, tentara Mongol tiba di Pulau Jaw a .Merekadikirim oleh Kaisar Kublai Khan untuk menaklukkan Kertanegara. Tentara Mongol menyangka Kerta negara masih berkuasa di Singhasari.Mereka tidak mengetahui bahwa Kertanegara telah wafat dan kerajaannya jatuh ketangan Jayakatwang. Kedatangan tentara Mongol dimanfaatkan oleh Raden Wijaya.Ia segera bergabung dengan tentara Mongol untuk menyerang Jayakatwang. Dengan mudah, tentara Mongol beserta pasukan Raden Wijaya mengalahkan Jayakatwang.Setelah berhasil mengalahkan Jayakatwang, tentara Mongol berpesta merayakan kemenangannya. Ketika tentara Mongol lengah, Raden Wijaya berbalik menyerang mereka.Pasukan Mongol hancur dan sisanya pulang kenegerinya.

Keberhasilan mengalahkan Jayakatwang dan menghancurkan tentara Mongol menghantarkan Raden Wijaya menjadi pengusa diJawa Timur.Ia mendirikan kerajaan Majapahit dan menjadi raja dengan gelar Kertarajasa Jayawardhana. 

Kerajaan Majapahit mencapai puncak kejayaan masa Hayam Wuruk yang Memerintah tahun1350–1389M.Pemerintahan HayamWuruk dibantu oleh Gajah Mada.Menurut kitab Nagara kertagama, daerah kekuasaan Majapahit meliputi Sumatera,Semenanjung Malaya, Kalimantan, Sulawesi,kepulauan Nusa Tenggara,Maluku,Papua,Tumasik (Singapura) dan sebagian kepulauan Filipina. Majapahit juga memiliki hubungan dengan Campa, Kamboja, Siam,Birma bagian selatan, dan Vietnam,dan bahkan mengirim duta-dutanya ke Tiongkok.

Baca Juga Materi  Kehidupan Masyarakat pada Masa Hindu-Budha
Kejayaan Majapahit tidak hanya dalam hal pemerintahan.Dalam bidang ekonomi, Majapahit berkembang menjadi Negara agraris dan Negara maritim. Sebagai negara agraris,Majapahit terletak di daerah pedalaman dan dekat dengan aliran sungai sangat cocok untuk pertanian. Hasil utamanya adalah beras.Untuk meningkatkan pertanian,

dilakukan pembuatan saluran pengairan, bendungan, dan pemanfaatan lahan pertanian secara bergiliran. Hal ini maksudnya agar tanah tetap subur dan tidak kehabisan lahan pertanian Sebagai negara maritime ,Majapahit memiliki armada laut yang kuat sehingga mampu mengawasi seluruh perairan diNusantara Sejumlah pelabuhan di pantai utara Pulau Jawa merupakan tempat yang strategis di tengah jalur perdagangan menuju Kepulauan Maluku yang menghasilkan rempahrempah. Majapahit menjadikan pelabuhan pelabuhan tersebut sebagai pusat perdagangan. Beberapa kota pelabuha yang penting padazaman Majapahit,antara lain Canggu, Surabaya, Gresik,Sedayu, dan Tuban. Pada waktu itu Banyak pedagang dari luar seperti dari Cina India, dan Siam. Pada masa kerajaan Majapahit, bidang sastra mengalami kemajuan.Karya Sastra yang terkenal adalah Kitab Negarakertagama. Selain kitab sastra, Negara kertagama juga merupakan sumber sejarah Majapahit.Kitab lain yang Terkenal adalah Sutasoma.Kitab Sutasoma memuat kata-kata yang sekarang menjadi semboyan negara Indonesia, yakni Bhinneka Tunggal Ika. Bidang seni bangunan juga berkembang. Banyak bangunan candi telah dibuat. Misalnya Candi Penataran dan Sawentar di daerah Blitar, Candi Tigawangidan  Surawana d idekat Pare, Kediri,serta Candi Tikus di Trowulan. 

Kejayaan Majapahit mulai mengalami kemunduran setelah pemerintahan Hayam Wuruk berakhir Kejayaan Majapahit, Di samping itu, terjadinya perang saudara yang dikenal dengan Perang Paragreg pada tahun 1401-1406 M menyebabkan kekuatan Majapahit melemah. Unsur lain yang menyebabkan semakin mundurnya Kerajaan Majapahit adalah meluasnya pengaruh Islam pada saat itu. Kerajaan Majapahit akhirnya runtuh setelah mendapat serangan pasukan Demak di bawah pimpinan Adipati Unus.

4. Peninggalan-Peninggalan Masa Hindu-Buddha

Borobudur dan Candi Prambanan merupakan peninggalan masa Hindu-Buddha di Jawa Tengah. Candi ini dibangun pada masa kerajaan Mataram Kuno dan masih bertahan hingga saat ini.Selain dua candi ini, masih banyak peninggalan-peninggalan lainnya 

a. Candi dan Stupa

Candi Borobudur

Bangunan candi dan stupa ada yang didirikan sebagai tempat pemujaan dan Ada pula ang didirikan sebagai makam. Bangunan yang digunakan Hindu contohnya antara lain candi Prambanan, candi Sukuh, candi Canggal, candi Gedong Songo.Adapun bangunan yang digunakan agama Buddha contohnya antara lain Borobudur,Mendut,Sewu, dan Plaosan.

b. Gapura

Gapura adalah bangunan berupa pintu gerbang. Gapura ada yang beratap Dan berdaun pintu dan ada yang menyerupai candi terbelah dua. Gapura yang Beratap disebut Paduraksa dan yang terbelah dua disebut Bentar Contoh bangunan gapura diantaranya adalah Gapura Wringin Lawang di Trowulan Peninggalan Kerajaan Majapahit.

c. Petirtaan

Petirtaan adalah pemandian suci di kalangan istana. Misalnya, petirtaan Tirtha Empul dan Jolotondo.

d. Patung/Arca

Bentuk patung Hindu tidak sama dengan bentuk patung Buddha.Patung Hindu umumnya berbentuk dewa-dewi, tokoh,dan makhluk mistik.Misalnya,patung Raja Airlangga berbentuk patung dewa Wisnu sedang menunggang garuda,dan patung Ken Dedes dalam wujud Dewi Prajnaparamita.Adapun patung Buddha ,bentuknya mewujudkan Sang Buddha Gautama sendiri.Patung Buddha tampil Dalam berbagai posisi.Misalnya,sikap dhyana-mudra yaitu sikap tangan sedang bersemadi Atau sikap wara-mudra yaitu sikap tangan sedang member anugerah.

e.Relief

Relief adalah seni pahat pada dinding suatu bangunan atau candi.Relief itu melukiskan suatu cerita.Contohnya adalah cerita Ramayana yang dipahat pada dinding candi Prambanan.

f. Prasasti

Prasasti merupakan tulisan pada batu yang memuat berbagai informasiTentang sejarah,dan peringatan atau catatan suatu peristiwa. Misalnya, Prasasti Canggal, Prasasti Ciaruteun, PrasastiTalang Tuo,dan Prasati Kota Kapur,dan lainnya.

g. Kitab

Kitab merupakan karangan berupa kisah, catatan, laporan tentang suatu Peristiwa atau sejarah.Isi kitab tidak berupa kalimat langung melainkan Rangkaian puisi indah dalam sejumlah bait.Ungkapan dalam bentuk puisi ini biasa disebut kakawin.Kitab-kitab peninggalan masa Hindu-Buddha antara lain adalah Kakawin Bharatayuda karya Mpu Sedah dan Mpu Panuluh, Kitab Negara Kertagama karya Mpu Prapanca dan Sutasoma karya Mpu Prapanca.

Bentuk lain peninggalan masa Hindu-Buddha adalah pertunjukan wayang dan upacara keagamaan yang masih dapat kita saksikan hingga saat ini.Pertunjukan Wayang merupakan perpaduan dari senipertunjukan,seni musik,Seni peran,senisastra,danseni rupa. Pertunjukan Wayang biasanya diiringi

Oleh alunan gamelan.Dalang menjadi tokoh kunci dalam pertunjukanwayang.Dalang berperan dalam menentukan jalan cerita, memerankan tokoh-tokoh,dan mengatur seluruh pertunjukan. Adapun upacara keagamaan contohnya adalah Ngaben dan Kesodo.Ngaben merupakan upacara pembakaran jenazah pada masyarakat Hindu di Bali. Kesodo adalah upacara yang dilakukan oleh masyarakat Hindu di Tengger, Jawa Timur. Kesodo merupakan upacara mempersembahkan sesaji ke kawah Gunung Bromo.

0 Response to "Kerajaan-Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel